Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudari yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membaca artikel ini.Disini kelompok kami memaparkan tentang Menulis Sebagai Proses.
A. Pengertian Menulis Menurut Para Ahli
- Menurut Djago Tarigan => Menulis berarti mengekspresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran, dan perasaan.
- Menurut Sumarno => Menulis yaitu meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain.
- Menurut Heaton dalam ST. Y. Slamet (2008:141) => Menulis merupakan keterampilan yang sukar dan kompleks. Menulis dapat dianggap sebagai suatu proses maupun suatu hasil kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan.
- Menurut M. Atar Semi => Menulis adalah suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lembaga-lembaga tulisan.
- Menurut Burhan Nurgiantoro => Menulis adalah aktivitas aktif produktif, yaitu aktivitas menghasilkan bahasa.
B. Menulis Sebagai Proses
Menulis itu dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Pesan adalah isi atau muatan yang terkandung dalam sebuah tulisan. Tulisan merupakan sebuah simbol atau lambang bahasa yag dapat dilihat dan disepakati pemakainya.
Dengan demikian, dalam komunikasi tulis paling tidak terdapat empat unsur yang terlibat yaitu:
1. Penulis sebagai penyampai pesan
2. Pesan atau isi tulisan
3. Saluran atau media berupa tulisan
4. Pembaca sebagai penerima pesan
C. Hubungan Keterampilan Menulis dengan Keterampilan Berbahasa yang Lain
1. Hubungan Menulis dengan Menyimak
Sewaktu menulis kita membutuhkan inspirasi, ide atau informasi untuk melahirkan sebuah tulisan. Hal itu dapat kita peroleh dari berbagai sumber antara lain:
a. Sumber tercetak, seperti buku, majalah, surat kabar, jurnal atau laporan
b. Sumber tak tercetak, seperti radio, televisi, ceramah, pidato wawancara, diskusi, dan obrolan.
2. Hubungan Menulis dengan Berbicara
Antara aktivitas menulis dan berbicara, keduanya merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat aktif produktif. Artinya antara penulis dan pembicara berperan sebagai penyampaian atau pengirim pesan kepada pihak lain. Perbedaan mendasar antara menulis dan berbicara dapat dilihat pada tabel berikut:
1. Komunikasi terjadi tidak langsung, penulis dan pembaca tersekat ruang dan waktu
2. Penulis tampil setelah tulisannya dianggap siap. Dia memiliki waktu yang cukup leluasa untuk menyiapkan tulisan sebaik-baiknya.
3. Tanggapan pembaca terhadap tulisannya tidak dapat diperoleh seketika.
4. Penulis tidak dapat memperbaiki kekurangan atau kesalahan tulisan yang telah dipublikasikan dengan cepat.
3. Hubungan Menulis dengan Membaca
Menulis dan membaca adalah kegiatan berbahasa tulis. Pesan yang disampaikan penulis dan diterima oleh pembaca disalurkan melalui lambang bahasa yang dituliskan. Baca tulis merupakan suatu kegiatan yang menjadikan penulis sebagai pembaca dan pembaca sebagai penulis.
Daftar Pustaka :
http://repository.upi.edu/5963/3/s_pwk_0903475_chapter1.pdf
https://mardiya.wordpress.com/2010/11/29/menulis-sebagai-proses/skripsianis.com
KELOMPOK 4 :
1. ANANDA MAHARANI YUANTI
2. ELRIKA MELISAWATI . H
3. MAGDALENA VELANI TAMBUNAN
4. PRIMADONA TUMANGGOR
5. RATNI YULIANA MAKADAO
6. SULASTRI